Jumat, 20 Maret 2020

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET


PENGARUH NEGATIF PENGGUNAAN INTERNET 





Tugas 3 : Contoh Kasus Dampak Negatif dari Internet

Contoh Kasus :

Anak-anak generasi muda saat ini adalah anak yang lahir di tengah perkembangan teknologi (digital native). Tidak mengherankan ketika anak di bawah umur sudah akrab dengan gadget maupun dunia maya. Tidak dipungkiri, perkembangan dunia internet juga membawa sisi positif. Tetapi sisi negatifnya, banyak pengaruh yang diberikan terhadap generasi muda dari internet, salah satunya adalah kejahatan di dunia maya.

Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap 6 kasus kejahatan di dunia maya yang melibatkan anak di bawah umur selama periode Mei 2016. Dalam kasus ini, ada beberapa anak di bawah umur yang merupakan pelaku kejahatan."Ada 6 kasus yang diungkap tim Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya selama kurun Mei 2016. Yang mana dari 6 kasus ini ada anak yang sebagai korban dan ada pula yang menjadi pelaku," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (3/6/2016).

Keenam kasus itu adalah perkara hacking Instagram, pornografi, penipuan online, penghasutan via Facebook, pengancaman bom hingga prostitusi online. "Dari 6 kasus ini ada 5 orang anak di bawah umur sebagai pelaku dan 2 orang anak di bawah umur sebagai korban," imbuhnya.

Salah satu contoh kasus yakni perkara hacking Instagram milik VB (20), anak dari seorang artis Ibu Kota yang dilakukan oleh seorang pelajar SMA yang masih berusia 17 tahun. Pelaku meretas akun Instagram VA, kemudian menawarkan akan mengembalikan akun korban seperti sedia kala dengan meminta imbalan sejumlah uang.
"Pelaku ini termasuk pintar. Dia mempelajari cara-cara meretas akun Instagram melalui internet," ujar Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Fadil Imran. Wadir Reskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Hengki Haryadi menambahkan kejahatan via internet lainnya yang melibatkan anak usia 17 tahun yakni perkara pornografi. Pelaku menyebarkan foto-foto telanjang anak perempuan di bawah umur melalayi situs www.supersexxxxxx.com.

"Akibat perbuatan pelaku ini, korban sampai dikeluarkan dari sekolahnya karena ada foto korban yang mengenakan seragam sekolah dan tersebar di situs porno sehingga diketahui oleh pihak sekolah," tambahnya. Hal ini tentunya sangat mengkhawatirkan bagi kelangsungan anak muda generasi penerus bangsa. Untuk mengantisipasi hal itu, Polda Metro Jaya terus berupaya melakukan patroli di dunia maya serta berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblokir situs konten pornografi.


Analisis Kasus
Dari kasus di atas dapat di analisis dan di kaitkan dengan teori psikologi dari Maria Montessori meyakini bahwa masalah mental merupakan masalah yang berkaitan dengan pedagogik. Maria Montessori menggambarkan idenya bagaimana ia menghandel dan mendidik anak berdasarkan observasinya dari tahap-tahap perkembangan yang berbeda dan budaya yang berbeda.Menurut Montessori, pendidikan anak harus sesuai dengan tahap-tahap perkembangan anak. Dia meyakini bahwa anak-anak mengalami kemajuanmelalui serangkaian tahap perkembangan, masing-masing tahap memerlukan jenis pembelajaran yang dirancang secara tepat dan spesifik.
Pada dasarnya pembelajaran seorang anak berbeda dengan orang
dewasa. Maria Montessori menyebutnya sebagai The Absorbent Mind atau pikiran yang mudah menyerap. Kemampuan unik ini terjadi selama sejak lahir hingga usia 6 tahun. Ia mengamati bahwasannya sejak masa bayi anak menyerap pengalaman dari lingkungan sekitarnya melalui semua
inderanya kemudian diolah melalui otak. Melalui proses penyerapan seperti ini, pikiran benar-benar terbentuk. Oleh karena itu, anak secara langsung mengasimilasi lingkungan fisik dan sosial tempat ia berbaur, dan secara simultan mengembangkan kekuatan mental bawaannya.



Sumber :



PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET


PENGARUH POSITIF PENGGUNAAN INTERNET 



Tugas 2 : Contoh Kasus Dampak Positif  dari Internet

Contoh Kasus :
Salah satu contoh dampak positifnya. Penggunaan internet di SMKN 1 Purwodadi di sekolah itu telah terintegrasi pada mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital (Siskomdig).Bahkan SMKN 1 Purwodadi saat ini telah menerapkan teknologi internet sebagai bagian dari sarana pendidikannya.Seperti e-learning dan perpustakaan online.

Dampak positif itu sangat banyak bermanfaat bagi pembelajaran. Terutama dalam mendapatkan bahan ajar dan penggunaan e-learning, serta pemanfaatan ulangan online yang dapat dilakukan hanya menggunakan smartphone atau tablet, tanpa harus di depan komputer maupun laptop. Selain bermanfaat dalam pembelajaran, teknologi informasi juga mempermudah dalam mengakses informasi, mempermudah pertukaran informasi, bahkan dapat menyimpan file tanpa harus membawa flashdisk atau hardisk, yaitu menggunakan google drive.

Analisis Kasus
Persepsi adalah suatu proses dengan cara apa seseorang melakukan pemilihan, penerimaan, pengorganisasian, dan penginterpretasian atas informasi yang diterimanya dari lingkungan (Herlan dan Yono 2013)” . “Persepsi adalah proses dimana individu mengatur dan menginterpretasikan kesan-kesan sensoris mereka guna memberikan arti bagi lingkungan mereka (Robbins 2008).
Menurut Martina (2010) faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi diantaranya 1) faktor personal dengan indikator berupa sikap, motivasi, kepercayaan, pengalaman dan pengharapan 2) faktor situasional dengan indikator berupa waktu, keadaan sosial dan tempat kerja.
Persepsi seseorang itu ada yang merasa teknologi baru sangat bermanfaat terhadap aktivitasnya sehari hari. Persepsi seseorang terhadap minat seseorang dalam menggunakan teknologi dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1) Persepsi Kegunaan (Perceived Usefulness) merupakan keyakinan seseorang ketika menggunakan teknologi dapat memberikan manfaat dan hasil yang bagus, 2) Persepsi Kemudahan (Perceived Ease Of Use) merupakan keyakinan seseorang ketika menggunakan suatu teknologi dapat dengan mudah digunakan dan dipahami sehingga pengguna tidak merasa berat ketika ada teknologi baru (Mulyana 2005).


Sumber :



Jumat, 13 Maret 2020


Keterkaitan Antara Psikologi dan Teknologi Informasi


Pengertian Psikologi
Ditinjau dari segi ilmu bahasa, perkataan psikologiini berasal dari perkataan psyche yang diartikan jiwa dan perkataan logos yang berarti ilmu atau ilmu pengetahuan. Karena itu, perkataan psikologi sering diartikan atau diterjemahkan sebagai ilmu pengetahuan'tentang jiwa atau disingkat dengan ilmu jiwa.

Pengertian Teknologi Informasi
Kata Teknologi bermakna pegembangan dan penerapan berbagai peralatan atau sistem untuk menyelesaikan persoalan – persoalan yang dihadapi manusia dalam kehidupan sehari hari. Teknologi merupakan hasil pikiran manusia untuk mengembangkan tata cara sistem tertentu dan menyelesaikan persoalan dalam hidupnya.
Kata Informasi dapat diartikan berita yang mengandung maksud tertentu. Manusia memiliki pengetahuan dan pengalaman yang selalu ingin dibagikan kepada orang lain. Pengalaman atau pengetahuan yang dikomunikasikan kepada orang lain tersebut merupakan pesan atau informasi.
Dari dua kata tersebut dapat disimpulkan pengertian teknologi informasi adalah tata cara atau sistem yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan pesan atau informasi.

Keterkaitan psikologi dengan teknologi informasi
Sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat pergeseran antara hubungan manusia dengan teknologi, yaitu ketika sebuah kondisi dimana manusia menjadi tergantung pada teknologi mulai terbentuk. Dengan demikian, perkembangan teknologi tersebut kemudian mempengaruhi rancangan sistem yang harus dapat membantu manusia dalam melakukan aktivitasnya. Sistem harus sesuai dengan kebutuhan manusia dan dirancang berorientasi kepada manusia sebagai pemakai.
Sebelum sistem dirancang, maka terdapat beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan interaksi dan perancangan itu sendiri mengenai pengaruhnya terhadap nilai-nilai manusia (user) sebagai makhluk individu dan sosial. Hal ini berdampak juga dalam kehidupan manusia. Belum ada kajian yang sistimatik mengenai dampak dari teknologi internet dan permainan elektronik terhadap berbagai dimensi psikologi kehidupan manusia. Beberapa contohnya sebagai berikut :

1.      Perbedaan Kepribadian Pria dan Wanita
Terjadi persamaan kedudukan diantara kedua gender. Sudah menjalankan era modernisasi dengan tidak membedakan status berdasarkan jenis kelamin.
2.      Perkembangan Kognitif
Manusia lebih mudah untuk menambah atau mendapatkan informasi dengan media perantara internet. Terdapat bebrbagai informasi yang berbasis pengetahuan sehingga banyak membantu pengetahuan kognitif agar terus dapat berkembang.
3.      Kecemasan Teknologi
Kecenderungan susah berhenti dan akhirnya kecanduan (Internet Addiction Disorder/IAD). Jika kita sudah sulit mengkontrol, maka akan semakin banyak yang terabaikan. seorang psikiater dari New York university, menemukan adanya gangguan kejiwaan pada individu yang teradiktif internet, ia menyebutnya sebagai Truman Show Delusion, beberapa ahli lain menyebutnya sebagai internet delusion. Perilaku ini seperti gangguan delusi pada umumnya, individu seperti merasa dimatai-matai, berbicara sendiri menyangkut internet, pikiran yang tenggelam dengan dunia maya.
4.      Pola Interaksi Antar Manusia
Interaksi dengan dunia luar terganggu(agak sulit berkomunikasi), misalnya seseorang yang tidak dapat berinteraksi langsung (bertatap muka) dengan baik(cenderung pemalu), akan lebih nyaman menggunakan layanan internet, seperti YM, chatting, situs jejaring sosial, dll.
5.      Kerahasiaan Alat Tes Terancam
Melalui internet kita dapat memperoleh informasi tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung dari internet. Program tes inteligensi seperti tes Raven, Differential Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk. Implikasi dari masalah ini adalah tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor dan pengembangan tes psikologi harus berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui internet tersebut.


Sumber : 
http://sumberilmupsikologi.blogspot.com/2015/12/definisi-psikologi.html
Maryono, Y., Istiana P . (2008). Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Jakarta : Yudistira.




Kamis, 27 Juni 2019

Geografi Dalam Kehidupan Manusia


Geografi Dalam Kehidupan Manusia


1.     Menjelaskan Penyebaran Makhluk Hidup
Dalam melihat penyebaran makhluk makhluk hidup di muka bumi, fakta besar pertama yang mencolok adalah bahwa baik kemiripan maupun ketidakmiripan penghuni berbagai kawasan tidak dapat dijelaskan sepenuhnya menurut kondisi kondisi iklim dan fisik lainnya. Akhir akhir ini, hampir, setiap penulis yang telah menyelidiki topik ini telah sampai pada kesimpulan tersebut. Penulis sepakat bahwa salah satu dari pembagian fundamental dari penyebaran geografis adalah antara dunia baru dan dunia lama. Namun jikat kita menjelajahi benua Amerika yang luas itu, dari bagian tengah Amerika Serikat sampai ujung selatannya, kita menjumpai kondisi kondisi yang sangat beraneka ragam yaitu daerah daerah lembab, lautan pasir gersang, gunung tinggi, daratan daratan rumput, hutan hutan, rawa rawa, danau, sungai sungai besar dalam berbagai temperature. Hampir tidak ada iklam atau kondisi di dunia lama yang tidak dapat disejajarkan dengan yang ada di dunia baru, setidaknya sedekat yang dibutuhkan spesies yang sama pada umumnya.
2.     Membedakan Pembagian Wilayah Berdasarkan Iklim
Pembagian Iklim di Indonesia berdasarkan posisi lintang astronomis yaitu di klasifikasikan atas 4 macam :
a.     Daerah Iklim Tropis
Daerah ini di antara garis lintang 23,5 o LU sampai dengan  23,5 o LS.
b.     Daerah Iklim Subtropis
Daerah ini terletak di atas lintang 23,5 o LU/LS sampai dengan 23,5 o LU/LS.
c.      Daerah Iklim Sedang
Derah ini terletak di atsa lintang 35o LU/LS sampai dengan 66,5o LU/LS.
d.     Daerah Iklim Kutub
Daerah ini terletak di atas lintang 66,5o LU/LS sampai dengan 90o LU/LS.
Kepulauan Indonesia terletak antara 6o LU – 11o  LS dan 95o BT – 141o BT. Dari letak astronomis tersebut dapatlah ditentukan wilayah Indonesia berada di daerah iklim tropis (lintang 23,5 o LU sampai dengan  23,5 o LS). Namun, jenis iklim tropis Indonesia tidak lepas dari pengaruh lingkungan sekitarnya (letak geografis). Pengaruh dari letak geografis tersebut menyebabkan wilayah Indonesia dipengaruhi oleh angina musim. Akibatnya Indonesia mengalami dua perubahan musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.

3.     Menyebutkan Pembagian Wilayah dengan Penyebaran Binatangnya
Penyebaran keanekaragaman hayati Indonesia khususnya hewan sangat berkaitan erat dengan letak geografis Indonesia. Penyebaran hewan ini secara umum terbagi menjadi dua wilayah, yaitu kawasan timur (benua Australia) dan kawasan barat (benua Asia).
Penyebaran ini telat diteliti oleh Alfred Rusell Wallace seorang ahli zoologi dari inggris dan seorang ilmuwan ahli zoologi  dari Jerman yaitu Weber. Perbedaannya, Wallace mengamati hewan di bagian barat Indoensia, sedangkan Weber mengamati di bagian timur Indonesia. Bagian barat diamati meliputi Sumatra, Jawa, Bali dan Kalimantan. Adapun bagian timur Indonesia terdiri dari Sulawesi, Papua dan pula di sebelah timur.
Dari pengamatan kedua ahli zoologi itu tersebut, terdapat pembagian penyebaran hewan di bagian barat dan timur. Hal ini ditunjukkan dengan dibuatnya garis pemisah abstrak, yaitu garis Wallace dan garis Weber. Pembagian penyebaran hewan tersebut menimbulkan adanya hewan peralihan. Daerah peralihan ini meliputi sebagian Sulawesi dan Nusa Tenggara bagian Tengah.
Selain berdasarkan penyebarannya, keanekaragaman hewan di Indonesia dapat diamati berdasarkan jenis dan pengklasifikasian hewannya. Berikut adalah pembagian keanekaragaman hewan berdasarkan pada persebarannya dan jenisnya.
a.     Keanekaragaman hewan di Indonesia berdasarkan pola persebarannya
Persebaran keanekaraganan hewan di Indonesia dibagi kedalam 3 wilayah. Pembagiannya sebagai berikut.
1.     Hewan di Kawasan Barat Indonesia
Hewan di kawasan barat Indonesia meliputi daerah Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Di daerah tersebut banyak hewan endemik yang khas hidup di setiap daerahnya. Contohnya harimau Sumatra (panthera tigris sumatrae), macan kumbang (panther pardus), orangutan (pongo pygmaeus), badak jawa bercula satu (rhinoceros sandaicus), dan bekantan (nasalis larvatus).

2.     Hewan di Kawasan Timur Indonesia
Kawasan timur Indonesia ini meliputi Papua, kepulauan Aru, dan pulau – pulau lainnya yang ada di daerah timur. Adapaun contoh hewan endemic yang tersebar di bagian timur Indonesia adalah monyet hitam (macaca nigra), kadal berjumbai (chalmydosaurus kingii), maleo (macrocephalon maleo), dan burung merak (pavo cristatus).

3.     Hewan di Kawasan Peralihan
Hewan di kawasan peralihan meliputi bagian Sulawesi dan Nusa Tenggara Tengah. Karakteristik hewan yang hidup di kawasan tersebut yaitu terdapat jenis hewan yang terdapat di kawsasan barat dan timur. Contoh hewan yang hidup di daerah peralihan adalah babi rusa (babyroussa babyrussa), kuskus (phalanger sp), dan anoa (anoa quarlesi).


Sumber :
Supriatna, N., Ruhimat, M., Kosim. (2007). Ilmu pengetahuan sosial untuk kelas viii. Jakarta : Grafindo Media Pratama.
Firmansyah, R., Mawardi, A., Riandi, U. (2009). Mudah dan aktif belajar biologi 1 kelas 10. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Darwin, C. (2003). The origin of spesies. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Minggu, 05 Mei 2019

IPTEK dan Perkembangannya


IPTEK DAN PERKEMBANGANNYA

·        Menjelaskan Perkembangan IPTEK saat ini
IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) adalah suatu hal yang sangat berkaitan dengan teknologi. Definisi lebih lengkap tentang teknologi adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal.
Dalam kehidupan manusia saat ini, tidak dapat dilepaskan dari peran ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Semua orang dapat merasakan begitu    banyaknya kemudahan yang dapat dinikmati. Orang dapat berpejalanan jauh dalam waktu singkat dengan alat transportasi seperti pesawat terbang, dapat dengan mudah berkomunikasi dengan orang lain yang jaraknya beribu-ribu kilometer dengan telephone, mengerjakan sesuatu dengan ringan karena ditemukannya alat-alat penunjang dan masih banyak contoh-contoh yang lainnya.
Tidak dapat di pungkiri bahwa kemampuan IPTEK  merupakan faktor yang sangat penting dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan siklus pembentukan keunggulan kompetitif tersebut. Terutama untuk memnumbuhkan asset dan kapabilitas masyarakat agar secara kolektif dapat menjadi sumber keunggulan bangsa. Perkembangan kemampuan IPTEK tidak lagi mengikuti proses yang linear yakni pengembangan ilmu pengetahuan, penerapannya ke dalam teknologi dan teknik produksi, serta pemanfaatannya ke dalam proses produksi terjadi secara serial melalui tahapan – tahapan yang jelas.
Perkembangan IPTEK saat ini lebih merupakan proses interaksi berantai. Infoasi dan difusi teknologi di industry merupakan proses yang sangat penting untuk mentransformasikan kemampuan IPTEK menjadi unggul. Kegiatan inovasi dan difusi sangat dipengaruhi hubungan timbal balik antara proses kebutuhan pasar dan proses pasokan IPTEK.
·        Tingkatan Teknologi Beradasarkan Penerapannya
1.     Teknologi Tinggi (Hi- tech)
Yaitu suatu jenis teknologi mutakhir yang dikembangkan dari hasil penerapan ilmu pengetahuan terbaru. Contohnya computer, laser, bioteknologi, satelit dll.
2.     Teknologi Madya
Yaitu jenis teknologi yang dapat dikembangkan dan didukung masyarakat yang lebih sederhana dan dapat digunakan dengan biaya dan kegunaan yang paling menguntungkan.
3.     Teknologi Tepat Guna
Yaitu dicirikan dengan skala modal kecil, peralatan yang digunakan sederhana dan pelaksanaannya bersifat padat karya. Biasanya di lakukan di negara negara berkembang.

·        Peranan IPTEK Terhadap Bidang Ekonomi
Kemajuan IPTEK dalam bidang ekonomi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industry baik dari aspek teknologi industry maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reiventasi yang berlangsung secara besar – besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industry akan semakin penting.
·        Peranan IPTEK Terhadap Bidang Sosial
Dalam hal ini bidang sosial manusia dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang ada dimasa kini. Manusia memanfaatkan teknologi yang ada untuk berbagai macam keperluam seperti untuk berkomunikasi, menambah wawasan dan menghasilkan uang untuk menghidupi dirinya.
·        Peranan IPTEK Terhadap Bidang Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Peran IPTEK dalam budaya juga berpengaruh cukup besar.
·        Contoh IPTEK Dalam Bidang Ekonomi
1.     Pertumbuhan Ekonomi yang semakin tinggi
2.     Terjadinya industrialisasi
3.     Produktifitas dunia industri semakin meningkat.

·        Contoh IPTEK Dalam Bidang Sosial
1.     Mudah berkomunikasi dengan orang orang yang jaraknya jauh.
2.     Informasi yang ada di masyarakat dapat langsung di publikasikan dan dapat diterima oleh masyarakat.
3.     Mempermudah mencari informasi yang ingin diketahui.

·        Contoh IPTEK Dalam Bidang Budaya
1.     Dapat mengetahui budaya dari negara lain
2.     Jadi ajang untuk mempopulerkan budaya kita kepada negara lain.
3.     Negara lain dapat dengan mudah mengklaim budaya yang kita miliki.


Sumber :
Ristek. (2009). Sains & teknologi 2 Jakarta : PT Gramedia
Supriatna,. N. (2006). Sejarah untuk kelas xii. Jakarta : Grafindo Media Pratama.
Yulianthi. (2015). Ilmu sosial budaya dasar. Yogyakarta : Deepublish.

Sabtu, 27 April 2019

Revisi Pengertian Mitos, Contoh Mitos beserta Hikmah di dalamnya


PENGERTIAN MITOS


          Menurut A comte mitos yaitu pengetahuan yang tidak obyektif, melainkan subyektif. Mitos ini diciptakan untuk memuaskan rasa ingin tahu manusia. Dalam alam pikiran mitos, rasio atau penalaran belum terbentuk, yang bekerja hanya daya khayal, intunisi atau imajinasi.
          Menurut C.A Van Peursen mitos adalah suatu ceritera yang memberikan pedoman atau arah tertentu kepada sekelompok orang. Ceritera itu dapat ditulkarkan, dapat pula diungkapkan lewat tarian – tarian atau pementasan wayang, dan sebagainya.
          Menurut Mircea Eliade mitos adalah hasil manusia arkhais dalam melukiskan lintasan suprantural ke dalam dunia mitos, yang dalam hal ini telah menguakkan sebuah tabir misteri dengan mewahyukan peristiwa – peristiwa primodial yang sampai sekarang ini masih diceritakan kembali dan dapat dipresentasi, misalnya melalui upacara – upacara ritual.
          Dari beberapa pendapat di atas dapat digambarkan bahwa mitos adalah kata – kata yang menceritakan peristiwa – peristiwa primodial yang terjadi di zaman purbakala, yang berhubungan dengan dewa – dewa, makhluk – makhluk ilahi, dan awal mula segala sesuatu.

CONTOH MITOS
·        Gempa bumi yang diduga terjadi karena Atlas (raksasa yang memikul bumi pada bahunya) memindahkan bumi dari bahu yang satu ke bahu yang lain.
·        Gerhana bulan disangka terjadi karena bulan di makan oleh raksasa menurut mitosnya raksasa itu takut pada bunyi – bunyian maka pada gerhana bulan manusia memukul – mukul benda apa saja yang dapat mengeluarkan bunyi agar raksasa tersebut takut dan memuntahkan kembali bulan purnama.
·        Bunyi Guntur dikira ditimbulkan oleh roda kereta yang dikendarai dewa melintasi langit.
·        Pada saat gunung api meletus menimbulkan gempa bumi, mengeluarkan lahar panas dan awan panas, sehingga menimbulkan banyak korban jiwa. Mitosnya manusia beranggapan bahwa dewa yang dianggap sakti sedang murka.
·        Ketika kita tidur dan merasa seperti ada sesuatu yang menindih kita dan kita pun tidak bisa bergerak dan berbicara. Mitosnya itu biasanya ada yang menindih kita seperti makhluk tak kasat mata.
·        Anak perempuan yang belum menikah biaasanya tidak boleh duduk di depan pintu karena mitosnya nanti akan susah jodohnya.

Hikmah yang bisa di ambil dari mitos di atas :
Mitos di atas bisa jadi hanya karangan orang orang terdahulu yang mengibaratkan sesuatu hal dengan hal yang fiksi atau yang tidak bisa di terima oleh akal sehat. Kita boleh saja mengatahui mitos – mitos tapi tidak usah di percaya 100%. Tetapi di sisi lain lewat mitos manusia dapat turut serta mengambil bagian dalam kejadian – kejadian alam sekitarnya ataupun hal lainnya, dan dapat menanggapi daya kekuatan alam.

Sumber :
Rahma, A., E. (1993). Ilmu alamiah dasar. Jakarta : Bumi Aksara.  
Borrong, R., P. (2002). Berakar di dalam dia dan dibangun di atas dia. Jakarta : BPK Gunung Mulia.


Revisi Pengertian Ilmu Alamiah Dasar dan Kaitannya dengan Psikologi


PENGERTIAN ILMU ALAMIAH DASAR


Ilmu Alamiah Dasar atau Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang dalam Bahasa Inggris disebut Natural Science merupakan ilmu pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala di alam semesta, termasuk di muka bumi ini sehingga terbentuk konsep dan prinsip ilmu alam. Ilmu Alamiah Dasar hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA, Science, Natural Science, Ilmu Alamiah, Sains) dalam penyajiannya menuju ke arah spesialisai sehingga cenderung sempit dan terkotak-kotak (dalam hal Pengetahuan Dasar ). Bagi mahasiswa “Non IPA” dirasa perlu untuk penyatuan kembali sehingga IPA bukan merupakan jumlah dari ilmu Fisika, Kimia, Biologi, dll, tapi merupakan merupakan disiplin ilmu yang integral berisikan : Konsep-konsep, prinsip-prinsip dan hukum- hukum yang berlaku dalam alam semesta.
Ilmu alamiah dasar adalah merupakan kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar dalam bidang ilmu pengetahuan alam dan teknologi dalam manusia. Ilmu alamiah atau biasa disebut dengan ilmu pengetahuan (natural science) merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta termasuk dimuka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Ilmu Alamiah dasar hanya mengkaji konsep-konsep dan prisip-prinsip dasar yang esensial saja. Bagian-bagian dari Ilmu Alamiah Dasar meliputi penciptaan manusia yang telah diberikan akal untuk berfikir, lahirnya ilmu alamiah, keterbatasan ilmu alamiah, pembagian ilmu pengetahuan dsb. Selain itu Ilmu alamiah dasar bertujuan agar individu dapat lebih tanggap dan memiliki penglihatan yang lebih jelas, pemikiran yang lebih mendalam serta mampu menghargai lingkungan sekitarnya.

Sumber :
Suyosos, dkk .(2001). Diktat Kuliah Ilmu Alamiah Dasar. Yogyakarta : FMIPA UNY
Hidayat., B & Soetrisno (2000). Pengetahuan alam dan pengembangan. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Nasional


                          Hubungan Psikologi dengan Ilmu Alamiah Dasar

Sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, psikologi melalui sebuah perjalanan panjang. Konsep psikologi dapat ditelusuri jauh ke masa Yunani kuno. Psikologi memiliki akar dari bidang ilmu filsafat yang diprakarsai sejak zaman Aristoteles sebagai ilmu jiwa, yaitu ilmu untuk kekuatan hidup (levens beginsel). Aristoteles memandang ilmu jiwa sebagai ilmu yang mempelajari gejala - gejala kehidupan. Jiwa adalah unsur kehidupan (Anima), karena itu setiap makhluk hidup memiliki jiwa  Sejarah psikologi sejalan dengan perkembangan intelektual di Eropa, namun mendapatkan bentuk pragmatisnya di benua AmerikaPsikologi sebagai ilmu pengetahuan. Sejak dulu telah terdapat pemikiran tentang ilmu yang mempelajari manusia bersamaan dengan adanya pemikiran tentang ilmu yang mempelajari alam, akan tetapi karena kerumitan dan kedinamisan manusia untuk dipahami, maka psikologi baru tercipta sebagai ilmu sejak akhir tahun 1800-an yaitu ketika Wilhelm Wundt mendirikan laboratorium psikologi pertama di dunia.

Pada tahun 1879, Wilhelm Wundt mendirikan laboratorium Psikologi pertama di Universitas Leipzig, Jerman. Ditandai dengan berdirinya laboratorium ini, maka metode ilmiah untuk lebih memahami manusia telah ditemukan walaupun belum terlalu memadai. Dengan berdirinya laboratorium ini, maka lengkaplah syarat untuk menjadikan psikologi sebagai ilmu pengetahuan. Dengan demikian, tahun berdirinya laboratorium Wundt diakui pula sebagai tanggal berdirinya psikologi sebagai ilmu pengetahuan.

Sumber :